Ecosystem Bisnis Cerdas Bersama

On February 16, 2011 by AanKhan

Suatu hari, tetangga saya mendapat order untuk menebang pohon 100 pohon dan harus selesai dalam 10 hari. Sebenarnya ia tidak yakin mampu menebang 10 pohon perhari, tetapi karena diiming-imingi imbalan besar, ia pun menerima order tersebut. Dan ia persiapkan segala senjata gacoan yang selalu menemaninya. Singkat cerita, tukang kayu ini berangkat ke hutan dengan peralatannya. Ia kerjakan dengan sekuat tenaga dan keahlian yang dimilikinya hingga tidak tidur. Ia hanya mampu merobohkan 5 pohon pada hari itu. Setelah istirahat secukupnya, ia pun bertekad bahwa target hari ini adalah mampu menebang 15 pohon. Lho kok 15 pohon?

Iya dunk, kan target sehari 10, namun hari pertama hanya mampu menebang 5 pohon. Berarti ia harus menebang 15 pohon untuk menebus kekurangan hari pertama. Untuk menambah stamina hari kedua ini, ia pun melahap perbekalan Xtra Juice, Kuku Jempol Bima, dsbg.

Dengan penuh semangat ia mulai tebang satu per satu pohon yang telah dipilih. Hingga menjelang matahari terbenam, ia hitung pohon yang telah ditebang, satu, dua, tiga, empat, lima, eeeeennnnnnam, ia pun tergolek kelelahan. Sudah pasti, target yang dibebankan oleh pemberi order untuk menebang 100 pohon dalam waktu 10 hari akan gagal. –the end-

Cerita yang menarik untuk saya dan mungkin juga Anda pembaca online di layar masing-masing. Inilah kondisi yang terjadi dan kadang tidak terasa oleh kita. Ketika kita berambisi untuk memperoleh kekayaan yang melimpah dan cepat, kita lupa untuk berbagi. Padahal kita –termasuk saya dan mungkin Anda- selalu diajarkan setiap hari untuk bergotong royong (bahasa orde baru), komunitas (bahasa café bisnis) yang pada hakekatnya adalah berjamaah dalam shalat.

Andaikan saja tetangga saya tadi mau berbagi dengan saya, Kang Thiarthea, Mas Lutvi, Mas Agus dan lainnya, sudah barang tentu target 100 proyek dalam 10 hari dapat tercapai (maaf mas dan om om, bukan nebang puun, coba puunnya ganti dengan web atau berbau online). Lagi-lagi dalam kisah ini kita (kiiiiita… eloh aja kali:) dapat mengambil pelajaran yang berharga.

Shawusufufakum, Lurus dan rapatkan!

Apa itu? Coba hubungkan dengan keseharian kita (shalat) ! Silahkan tulis di kolom komen…!

Incoming search terms:

  • bisnis go green
  • bibit pohon jati unggul
  • bisnis bibit jati
  • usaha bibit pohon
  • pohon jati unggul
  • jati unggul
  • bibit jati unggul
  • bisnis pohon jati
  • gambar pohon jati unggul
  • bisnis pembibitan pohon

3 Responses to “Ecosystem Bisnis Cerdas Bersama”

  • bener kang, kalau dibagi-bagi selain cepet selesai bisa juga membawa berkah soalnya silaturahmi juga terbentuk.. aku juga merasakan, jadi lebih deket ke lingkungan.. :)

  • ine

    terimakasih sobat dah mampir, itulah seharusnya fungsi jamaah dalam shalat. Nah kalo boleh berbagi, saya akan senang memuat artikel hobi bisnis tas lucu dan etnik sobat di aankhan dot com ini di sebuah artikel nantinya.

  • menurut saya… shalat, shaf, jamaah, pada hakikatnya memiliki makna yang sangat universal, bukan hanya masalah ibadah saja, tapi jauh lebih kompleks bila kita mau mendalami makna yang terkandung di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>